Praktik terbaik untuk kolaborasi

*Konten ini diterjemahkan menggunakan AI (Beta) dan mungkin mengandung kesalahan. Untuk melihat halaman ini dalam bahasa Inggris, klik di sini.

Pendidik di ruang kelas online maupun tatap muka menemukan bahwa penggunaan Roblox untuk kolaborasi di ruang kelas bisa berarti serta edukatif. Berdasarkan pengalaman pendidik Roblox, berikut adalah beberapa cara untuk menciptakan suasana kolaboratif dengan menetapkan harapan yang jelas dan menggunakan strategi yang mendukung.

Tetapkan harapan ruang kelas

Sebelum memulai ruang kelas Roblox, buat pedoman seperti yang di bawah ini untuk siswa sejak awal. Dorong siswa untuk menambahkan dengan saran mereka sendiri.

Pedoman ruang kelas

  • Buat milikmu sendiri, jangan menyalin. Jika kamu ingin menggunakan karya seseorang, mintalah izin.
  • Hormati karya orang lain. Jangan pernah merusak atau merendahkan karya orang lain.
  • Selesaikan masalah bersama. Anggap yang terbaik dari satu sama lain. Cobalah menyelesaikan konflik tanpa intervensi guru.

Penyelesaian konflik

Bantu siswa menyelesaikan konflik secara mandiri dengan memodelkan dan mengajarkan mereka tips di bawah ini.

  • Dorong "pesan 'saya'" ("Saya merasa ...") daripada "pesan 'kamu'" ("Kamu melakukan ..."). Ini membantu kedua belah pihak mendengarkan.
  • Biarkan siswa bergiliran berbicara tanpa interupsi. Jika seorang siswa ingin menyela, dorong mereka untuk menarik napas dalam-dalam atau melakukan isyarat tangan kecil secara pribadi (misalnya, mengetuk diri sendiri di ibu jari) untuk memberi sinyal bahwa mereka harus fokus.
  • Saat mencoba menemukan solusi untuk sebuah konflik, bicarakan tentang kepentingan dan tujuan ("Saya merasa ini akan terlihat lebih baik biru"), daripada posisi ("Kamu salah, biru adalah warna terbaik ..."). Membagikan kepentingan dan tujuan memberi siswa sesuatu yang konkret untuk mencoba menyelesaikan konflik.

Strategi kolaborasi

Salah satu cara untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif adalah dengan menggunakan strategi yang mendorong kolaborasi. Di bawah ini adalah strategi untuk mencapai tujuan tertentu yang mungkin Anda miliki.

Siswa saling membantu

Strategi yang mendorong siswa untuk bekerja sama membangun kemandirian dan membuat kolaborasi terasa lebih alami.

Bantu siswa membantu diri mereka sendiri

  • Jika siswa memiliki pertanyaan, biarkan mereka bertanya kepada tiga teman sebaya sebelum kepada instruktur dalam proses yang sering disebut "Tanya Tiga Sebelum Saya". Selama kelas, ingatkan siswa tentang aturan ini kapan pun mereka meminta bantuan.

Hadiah berbagi

  • Biarkan siswa berkontribusi dengan membiarkan mereka memimpin berbagi keterampilan. Jika seorang siswa menemukan sesuatu yang menyenangkan, atau memiliki keterampilan yang ingin dibagikan, beri mereka 5-10 menit selama waktu kerja mandiri untuk memimpin tutorial. Ini mendorong suasana berbagi dan memberi penghargaan kepada siswa karena ingin membantu orang lain.

Fasilitasi kelompok

Salah satu cara untuk melakukan kolaborasi sering kali melalui kerja kelompok. Untuk memastikan kerja kelompok produktif dan berarti, kami merekomendasikan strategi berikut.

Tetapkan peran

  • Tergantung pada proyek, biarkan siswa mengambil peran (baik yang dipilih atau ditugaskan). Misalnya, tim yang membangun sebuah game mungkin mencakup pembangun dunia dan pengkode. Jika Anda menetapkan peran, pastikan untuk merotasinya agar siswa belajar keterampilan baru. Mereka juga mungkin menemukan sesuatu yang tidak mereka duga akan mereka nikmati.

Bantu kelompok mengelola daftar "yang harus dilakukan"

  • Untuk memastikan semua anggota kelompok sibuk, biarkan kelompok secara kolektif mengelola daftar yang harus dilakukan. Jika seseorang memiliki ide atau tugas, mereka dapat menambahkannya ke dalam daftar bagi orang yang membutuhkan sesuatu untuk dikerjakan.

Bacaan lebih lanjut

©2026 Roblox Corporation. Roblox, logo Roblox, dan Powering Imagination termasuk dalam merek dagang kami yang terdaftar dan tidak terdaftar di AS dan negara lainnya.